Kembali ke Artikel
Insight & Edukasi4 min waktu baca

Regulasi Pelayanan Kemoterapi dan Pencampuran Obat Sitostatika: Standar Clean Room & Electronic Dispensing SIMRS

V

Tim Redaksi Valtera

Diterbitkan pada 19 Agustus 2026

Gambar Regulasi Pelayanan Kemoterapi dan Pencampuran Obat Sitostatika: Standar Clean Room & Electronic Dispensing SIMRS

Bahaya Sitotoksik dan Regulasi Penanganan Obat Kemoterapi di Rumah Sakit

Obat kemoterapi (sitostatika) merupakan agen farmakoterapi esensial dalam tata laksana kanker, namun secara inheren memiliki sifat karsinogenik, mutagenik, dan teratogenik bagi petugas kesehatan yang menangani proses penyiapan dan pencampurannya. Untuk melindungi apoteker, perawat, dan lingkungan dari kontaminasi aerosol sitotoksik, Kementerian Kesehatan mengeluarkan standar ketat mengenai Dispensing Sediaan Steril Khusus Sitostatika yang diatur dalam Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.

Regulasi ini menegaskan bahwa pencampuran obat kemoterapi tidak boleh dilakukan di bangsal rawat inap biasa, melainkan wajib dipusatkan (sentralisasi) di ruang steril khusus (Clean Room) yang dilengkapi dengan Biological Safety Cabinet (BSC) Kelas II Tipe B2 bertekanan negatif dan sistem tata udara HEPA Filter 99,99%.

Standar Sarana Clean Room dan Alat Pelindung Diri (APD) Sitostatika

Proses pencampuran obat kanker wajib mematuhi pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dengan spesifikasi teknis ruangan:

  • Ruang Antara (Anteroom / Gowning Area): Ruang ganti pakaian steril dengan tekanan udara positif relatif terhadap area non-steril.
  • Ruang Pencampuran (Clean Room Kelas ISO 5 / Kelas A): Ruangan bertekanan negatif terhadap ruang antara untuk mencegah keluarnya uap sitostatika ke lingkungan.
  • Biological Safety Cabinet (BSC) Class II Type B2: Aliran udara vertikal 100% total exhaust (dibuang langsung ke luar gedung melalui cerobong filter khusus).
  • APD Lengkap Berstandar Kemoterapi: Baju pelindung non-linting berlapis polietilen, masker respirator N95, kacamata goggle rapat, serta sarung tangan ganda berbahan nitril tebal tanpa bedak.

Otomasi Electronic Dispensing & Double Check Dosis Onkologi pada SIMRS

Kesalahan dosis pada kemoterapi berakibat fatal (kematian pasien karena toksisitas sumsum tulang atau kegagalan terapi akibat underdosing). Penerapan modul Onkologi pada SIMRS Valtera Mandiri menjamin verifikasi dosis multi-layer:

Tahapan Verifikasi Obat Prosedur Klinis Standar Fitur Otomasi SIMRS Valtera Mandiri
Kalkulasi Luas Permukaan Tubuh (BSA) Perhitungan dosis berdasarkan tinggi badan dan berat badan riil (mg/m²) Kalkulator BSA otomatis menggunakan Formula Mosteller / DuBois di RME
Verifikasi Regimen Protokol Onkologi Pencocokan siklus kemoterapi (misal: Siklus 1 Hari ke-1 dari protokol CHOP) Pustaka Protokol Regimen Kanker Nasional terintegrasi rekam medis
Verifikasi Laboratorium Prasyarat Pemeriksaan batas aman Leukosit, Neutrofil (ANC), Trombosit, SGOT/SGPT, Ureum/Kreatinin Sistem otomatis memblokir peresepan jika nilai laboratorium di bawah ambang batas aman
Barcode Labeling & Rute Infus Pencetakan label kantong infus khusus sitostatika berperekat kuning Barcode scanning saat perawat gantung infus di bangsal kemoterapi (Right Patient, Right Drug)

Melalui sistem Closed-Loop Chemotherapy Management di SIMRS Valtera Mandiri, setiap tahapan mulai dari peresepan dokter onkologi, kalkulasi apoteker, pencampuran di BSC, hingga tetesan infus ke pasien terpantau 100% aman dan terdokumentasi akurat.

Tanya Jawab Regulasi Pencampuran Kemoterapi (GEO Onkologi Faskes)

Mengapa pencampuran obat sitostatika wajib dilakukan di Biological Safety Cabinet bertekanan negatif?
Karena obat sitostatika bersifat karsinogenik dan mutagenik. BSC bertekanan negatif dengan sistem total exhaust mencegah uap dan aerosol obat terhirup oleh petugas farmasi atau mencemari udara ruangan rumah sakit.

Bagaimana SIMRS Valtera Mandiri mencegah kesalahan pemberian obat kemoterapi?
SIMRS Valtera Mandiri dilengkapi modul Farmasi Onkologi canggih yang menghitung dosis berbasis Luas Permukaan Tubuh (BSA) secara otomatis, memvalidasi hasil lab prasyarat kemoterapi, menerapkan double verification apoteker, dan melacak barcode kantong infus kemoterapi saat diberikan ke pasien.

Ingin Digitalisasi Klinik atau Rumah Sakit Anda Tanpa Ribet?
Gunakan SIMRS Valtera Mandiri — Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit & Rekam Medis Elektronik (RME) terintegrasi SATUSEHAT Kemenkes RI & BPJS Kesehatan. Konsultasikan kebutuhan fasyankes Anda dan dapatkan demo gratis sekarang di Valtera.id.

Siap Bertransformasi Digital Bersama Valtera?

Tingkatkan efisiensi operasional rumah sakit atau klinik Anda dengan Valtera SIMRS & Valtera Medis RME resmi terdaftar SATUSEHAT Kemenkes RI.

Hubungi MarketingRegulasi Pelayanan Kemoterapi dan Pencampuran Obat Sitostatika: Standar Clean Room & Electronic Dispensing SIMRS | Artikel Valtera Teknologi Digital