Regulasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI): Surveilans HAIs Berbasis RME Rumah Sakit
Tim Redaksi Valtera
Diterbitkan pada 19 Agustus 2026

Kewajiban Pengendalian Infeksi Nosokomial di Fasilitas Kesehatan
Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan atau Healthcare-Associated Infections (HAIs) merupakan ancaman serius terhadap keselamatan pasien dan menambah beban biaya perawatan rumah sakit. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, seluruh rumah sakit dan faskes wajib membentuk Komite/Tim PPI dan menyelenggarakan surveilans epidemiologi infeksi secara berkesinambungan.
Surveilans manual yang dilakukan oleh Infection Prevention and Control Nurse (IPCN) dengan mendatangi ruang rawat satu per satu sangat tidak efisien dan sering terlambat mendeteksi Kejadian Luar Biasa (KLB) infeksi di rumah sakit.
Penerapan Surveilans HAIs Otomatis Berbasis Rekam Medis Elektronik
Regulasi PPI Kemenkes RI mensyaratkan pemantauan aktif terhadap 4 jenis infeksi nosokomial utama:
- Infeksi Daerah Operasi (IDO / Surgical Site Infection): Pemantauan luka pasca operasi hingga 30 hari (atau 90 hari untuk implan) untuk mendeteksi tanda infeksi purulen atau demam pasca bedah.
- Infeksi Saluran Kemih Terkait Kateter (ISK / CAUTI): Monitoring lama pemasangan kateter urine menetap dan hasil kultur mikrobiologi urine.
- Infeksi Aliran Darah Primer (IADP / CLABSI): Pengawasan tanda sepsis pada pasien yang terpasang kateter vena sentral (*central line*).
- Ventilator-Associated Pneumonia (VAP): Pemantauan sekret trakea dan infiltrat rontgen pada pasien yang terpasang ventilator mekanik di ruang ICU.
- Kepatuhan Bundles PPI: Dokumentasi kepatuhan kebersihan tangan (Hand Hygiene 5 Momen) dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) staf medis.
Tabel Surveilans PPI: Metode Kertas Manual vs SIMRS Valtera Mandiri
| Aktivitas Tim PPI | Pencatatan Manual Formulir Kertas | Sistem Surveilans Otomatis SIMRS Valtera Mandiri |
|---|---|---|
| Pelacakan Pemasangan Alat Invasif | Perawat bangsal lupa mencatat tanggal cabut infus/kateter. | Sistem menghitung otomatis lama hari pemasangan alat (*device days*). |
| Deteksi Dini Pasien Demam Pasca Operasi | Baru diketahui berhari-hari kemudian saat rekap bulanan. | Peringatan dini otomatis jika pasien pasca bedah mengalami kenaikan suhu. |
| Perhitungan Angka Insidensi (Laju HAIs) | Dihitung manual menggunakan rumus rumit per 1.000 hari rawat. | Grafik laju insidensi HAIs per bangsal terkalkulasi otomatis real-time. |
| Laporan Akreditasi Standar PPI | Butuh berminggu-minggu menyusun laporan surveilans triwulanan. | Laporan standar akreditasi Kemenkes (STARKES) siap unduh kapan saja. |
Keunggulan Modul Surveilans PPI SIMRS Valtera Mandiri
SIMRS Valtera Mandiri dilengkapi modul surveilans PPI dan pelacakan HAIs otomatis yang membantu tim IPCN dan Komite PPI memantau risiko infeksi rumah sakit secara proaktif, akurat, dan sesuai regulasi Permenkes No 27/2017.
Tingkatkan keselamatan pasien dan lindungi rumah sakit Anda dari risiko wabah infeksi nosokomial.
Ingin Digitalisasi Klinik atau Rumah Sakit Anda Tanpa Ribet?
Gunakan SIMRS Valtera Mandiri — Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit & Rekam Medis Elektronik (RME) terintegrasi SATUSEHAT Kemenkes RI & BPJS Kesehatan. Konsultasikan kebutuhan fasyankes Anda dan dapatkan demo gratis sekarang di Valtera.id.
Siap Bertransformasi Digital Bersama Valtera?
Tingkatkan efisiensi operasional rumah sakit atau klinik Anda dengan Valtera SIMRS & Valtera Medis RME resmi terdaftar SATUSEHAT Kemenkes RI.
