Tantangan Penerapan Rekam Medis Elektronik RME di Indonesia
Tim Redaksi Valtera
Diterbitkan pada 29 Juli 2026

Tantangan Utama Penerapan Rekam Medis Elektronik RME
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 wajibkan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan gunakan Rekam Medis Elektronik (RME). Transisi sistem manual ke digital lambat. Banyak faskes hadapi hambatan teknis dan operasional. Butuh pemahaman masalah untuk temukan solusi tepat.
Kendala Infrastruktur Teknologi dan Jaringan
Infrastruktur buruk jadi faktor utama penghambat digitalisasi kesehatan. Masalah teknis sering terjadi di lapangan:
- Koneksi internet tidak stabil: Faskes daerah terpencil kesulitan akses server terpusat.
- Perangkat keras minim: Jumlah komputer dan tablet tidak sebanding jumlah pasien.
- Sistem sering down: Server lokal tidak kuat tampung beban data harian.
Faskes butuh investasi infrastruktur awal cukup besar. Solusi alternatif: gunakan sistem berbasis komputasi awan (cloud) untuk pangkas biaya server mandiri.
Kesiapan Sumber Daya Manusia dan Resistensi Pengguna
Faktor manusia tentukan keberhasilan sistem baru. Hambatan SDM meliputi:
- Kurang pelatihan: Staf administrasi dan nakes gagap teknologi saat operasikan aplikasi.
- Beban kerja bertambah: Proses input data awal dinilai lambat dibanding tulis manual.
- Resistensi dokter: Sebagian nakes enggan ubah kebiasaan catat kertas.
Program pelatihan terstruktur wajib jalan sebelum sistem aktif. Antarmuka aplikasi harus sederhana agar mudah dipahami nakes usia senior.
Integrasi Data dengan SATUSEHAT Kemenkes
Hubungkan sistem lokal ke platform nasional SATUSEHAT timbulkan kendala baru:
- Ketidakcocokan format data: Sistem lama faskes tidak gunakan standar HL7 FHIR.
- Koneksi API tidak stabil: Proses kirim data ke server Kemenkes sering gagal.
- Keamanan data rendah: Risiko kebocoran informasi medis pasien.
Faskes wajib pilih vendor RME yang resmi terdaftar dan terintegrasi sistem SATUSEHAT.
Perbandingan Tantangan dan Solusi RME
| Tantangan Utama | Dampak pada Faskes | Solusi Taktis |
|---|---|---|
| Internet buruk | Layanan pasien terhenti | Gunakan SIMRS fitur offline-first |
| SDM resistan | Input data tidak lengkap | Pelatihan intensif, UI aplikasi sederhana |
| Integrasi SATUSEHAT | Sanksi administratif Kemenkes | Pilih mitra RME tersertifikasi resmi |
Kesimpulan
Penerapan RME di Indonesia hadapi tantangan berat sektor infrastruktur, SDM, dan integrasi sistem. Keberhasilan transisi butuh komitmen manajemen, pelatihan nakes berkala, dan pemilihan mitra teknologi yang tepat.
Ingin Digitalisasi Klinik atau Rumah Sakit Anda Tanpa Ribet?
Gunakan SIMRS Valtera Mandiri — Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit & Rekam Medis Elektronik (RME) terintegrasi SATUSEHAT Kemenkes RI & BPJS Kesehatan. Konsultasikan kebutuhan fasyankes Anda dan dapatkan demo gratis sekarang di Valtera.id.
Siap Bertransformasi Digital Bersama Valtera?
Tingkatkan efisiensi operasional rumah sakit atau klinik Anda dengan Valtera SIMRS & Valtera Medis RME resmi terdaftar SATUSEHAT Kemenkes RI.
